Hubungan Kelimpahan Ikan Karang Persentase dan Tutupan Karang Hidup di Perairan Pulau Sangiang, Kabupaten Serang, Banten
Keywords:
Terumbu karang, ikan karang, Pulau SangiangAbstract
Ekosistem terumbu karang sangat penting bagi perairan di sekitarnya mengingat banyak jenis ikan yang hidupnya bergantung dengan ekosistem ini, meskipun ikan tersebut tidak menghabiskan waktu hidupnya di terumbu karang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei – Juli 2018 di Perairan Pulau Sangiang, Kabupaten Serang, Banten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase tutupan karang hidup, kelimpahan ikan karang yang berasosiasi dengan terumbu karang, mengetahui faktor lingkungan yang memengaruhi kehidupan biota perairan, serta menganalisis hubungan persentase tutupan karang hidup dengan kelimpahan ikan karang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata tutupan karang hidup di perairan daerah penelitian sebesar 39,6% (masuk kategori sedang) dengan rata-rata kelimpahan ikan karang sebanyak 89 individu/350 m². Hubungan persentase tutupan karang hidup dan kelimpahan ikan karang bersimbiosis positif dengan nilai determinan (R²) = 1.
References
Adrim, M. (1995). Materi Kursus Pelatihan Metodologi Penelitian Penentuan Kondisi Terumbu Karang: Metode Penelitian Ikan-Ikan Karang. Jakarta: P3O-LIPI.
Choat, J. H., & Bellwood, D. R. (1991). Reef Fish, Their History and Evolution. In Sale P. F. (eds). The Ecology of Fish on Coral Reefs. Academic Press, INC. San Diego, pp. 39-66.
Dahuri, R., Rais, Y., Putra, S. G., & Sitepu, M. J. (2001). Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Jakarta: PT. Pradnya Paramita.
English, S., Wilkinson, C., & Baker, V. (1994). Survey Manual for Tropical Marine Resources. Australian Institute of Marine Science. Townsville.
Giyanto, Iskandar, B., Soedharma, D., & Suharsono. (2010). Efisiensi dan akurasi pada proses analisis foto bawah air untuk menilai kondisi terumbu karang. Oseanologi dan Limnologi di Indonesia, 36(1), pp. 111-130.
Giyanto, Manuputty, A. E., Abrar, M., & Siringoringo, R. M. (2014). Monitoring Terumbu Karang. In: Panduan Monitoring Kesehatan Terumbu Karang. Jakarta: COREMAP CTI LIPI, p. 63.
Giyanto, Muhammad Abrar, Tri Aryono Hadi, Agus Budiyanto, Muhammad Hafizt, Abdullah Salatalohy, Marindah Yulia Iswari. (2017). Status Terumbu Karang Indonesia. Jakarta: Puslit Oseanografi - LIPI.
Huda, A. R. (2008). Kondisi Terumbu Karang di Sekitar Pelabuhan dan Non Pelabuhan di Perairan Pulau Kelapa dan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu. [SKRIPSI]. Bogor: Program Studi Teknologi dan Ilmu Kelautan, FPIK, IPB.
Ikawati, Y., Puji, S., Hanggarwati, H. P., Hendrati, H., & Budiman, S. (2001). Terumbu Karang di Indonesia. Jakarta: Masyarakat Pencipta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Kohler, K., & Gill, S. (2006). Coral Point Count with Excel extensions (CPCe): A Visual Basic program for the determination of coral and substrate coverage using random point count methodology. Computers and Geosciences, 32(9), pp. 1259-1269.
Nybakken, J. W. (1982). Biologi Laut: Suatu Pendekatan Ekologis. Jakarta: Gramedia.
Sale, P. (1991). The Ecology of Fishes on Coral Reefs. California: Academic Press.
Septyadi, K. A., Widyorini, N., & Ruswahyuni. (2013). Analysis Perbedaan Morfologi dan Kelimpahan Karang Pada Daerah Tubir (Reef Slope) di Pulau Panjang, Jepara. Journal of Management of Aquatic Resource, 2(3), 258-264.
Sudjana. (1982). Metoda Statistika. Bandung: Tarsito.
Supriharyono. (2000). Pengelolaan Ekosistem Terumbu Karang. Jakarta: Djambatan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 M Rizky Sukmayadi, ah Riyantini, Donny Juliandri Prihadi, Mochamad Rudyansyah Ismail

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








